Senin, 11 Juni 2012

Jurnal Kognisi Majalah Ilmiah Fakultas Psikologi UMS .
Vol . 1 , No. 2 . November 1997
“Emosi dan Komunikasi”

Seni wahana Untuk Mengembangkan Ras dan Mencerdaskan Emosi
Oleh: Niken Iriani LNH .

Abstrak
Kemajuan teknologi yang menguasai dunia dewasa ini ternyata harus dibayar mahal dengan rusaknya kualitas emosi manusia. Ini ditandai dengan hubungan antar manusia yang semakin rumit dan munculnya kekerasan-kekerasan karena kondisi stress dan hal-hal spele yang aneh . Padahal menurut Goleman (1997), pada masa-masa mendatang  kriteria kualitas manusia justru ditentukan oleh keseimbangan otak dan hati. Orang yang seimbang otak dan hatinya adalah mereka yang mampu mengatur dan mengendalikan perasaannya sehingga hidup sukses dan mampu menjalin hubungan sosial dengan orang lain . Meskipun demikian Goleman optimis bahwa kerusakan emosi yang ia sebut sebagai kedunguan emosi itu bisa diatasi . Salah sayu teknik untuk mengontrol dan memperbaiki kondisi emosi tersebut adalah seni . Seni adalah suatu aktifitas yang lebih banyak  melibatkan rasa atau emosi . Seni merupakan ekspresi emosi yang paling bebas dari kehidupan bermasyarakat dan pribadi . Dengan seni orang bebas mengekspresikan diri , mengenali dan memahami emosi . Melalui ekspresi emosi dan seni orang belajar empati dan menempatkan diri . Sikap seperti ini merupakan salah satu modal untuk berperilaku . Kemampuan berperilaku merupakan kemampuan bergaul yang baik , salah satu cirri dimilikinya kecerdasan emosi . Oleh karena itu secara tidak langsung , seni berperan untuk menajamkan rasa dan mencerdaskan emosi .








Reproduksi
Perkembangan teknologi didunia ini berkembang begitu pesat . Perkembangan yang menghasilkan kemajuan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan mampu membawa perubahan bagi masyarakat secara luas .Namun kemajuan teknologi ini tidak berjalan seimbang ketika terjadi kerusakan kualitas emosi  pada diri manusia . Kerusakan ini ditandai dengan munculnya berbagai kekerasan karena kondisi kejiwaan yang tidak stabil . Menurut  Goleman (1997) , pada masa mendatang criteria kualitas manusia justru ditentukan oleh keseimbangan otak dan hati . Yang dimaksud adalah orang yang mampu mengatur dan mengendalikan perasaannya sehingga dapat hidup sukses dan mampu bersosialisasi dengan orang lain . seni merupakan teknik  untuk mengontrol dan memperbaiki emosi karena dengan seni orang bebas mengekspresikan diri , mengenali dan memahami emosi . Melalui ekspresi emosi dan seni orang belajar empati untuk menempatkan diri .